page hit counter

Warta Mataram -Ketua ICASL Prof Atip Latipulhayat menceritakan bagaimana mantan Menlu RI Hasan Wirayuda ketika mendampingi Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri ketika melakukan negosiasi flight information region (FIR) dengan Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong.

Hal itu disampaikan Prof Atip dalam acara diskusi virtual Kupas Tuntas FIR Singapura, yang digagas Pusat Studi Air Power Indonesia, Kamis (3/2).

“Mantan Menlu Hassan Wirajuda mengatakan begini, ketika itu di sekitar tahun 2001 kira-kira era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri saya mendampingi beliau bertemu dengan Perdana Menteri Singapura ada kurang lebih 10 item yang dibicarakan,” demikian cerita Prof Atip.

Dijelaskan Gurubesar Universitas Padjajaran ini, ketika dua kepala negara tersebut masuk pada pembahasan FIR. Megawati secara tegas kepada Singapura akan menambil alih FIR.

“Saya masih ingat kata-kata Bapak Hasan Wirayuda Ibu Megawati itu mohon maaf bahasanya polos jadi tidak ada yang ditutup-tutupi menyampaikan bahwa Indonesia akan mengambil alih,” ucapnya.

Kemudian, mendengar penjelasan dari Megawati tersebut, Perdana Menteri Goh Chok Tong langsung tegang dengan kepolosan Megawati tersebut yang hendak mengambil alih FIR di atas batas ruang udara Natuna.

“Kata Pak Hasan Wirayuda kelihatan sekali wajah petinggi-petinggi Singapura termasuk Perdana Menterinya berubah kaget, jadi psikologisnya (yang diserang) coba,” ucapnya.

Dia menambahkan, bagi Singapura, mustahil untuk memberikan FIR kepada Indonesia. Sebab, Singapura tidak akan bisa hidup dengan adanya pergerakan atau lalu lintas udara untuk kemajuan negaranya.

“FIR Singapura itu dalam bahasa saya ibarat istri, jadi Singapura akan kehilangan istri itu kan separuh nyawa,” tandasnya(RMOL)
CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS