page hit counter

Cegah Kecurangan, Djohan Ikut Awasi Tes CPNS dan PPPK

TANJUNG-Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu melakukan peninjauan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Rabu (8/9). Tes yang dilakukan di aula RSUD Lombok Utara itu dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam empat sesi.

Djohan memastikan pelaksanaan tes CPNS dan PPPK di KLU digelar secara transparan dan objektif. Tes ini akan digelar selama 15 hari sejak 8-22 September mendatang. Dibagi dalam empat sesi setiap harinya, kecuali Jumat hanya dua sesi.

”Pada hari ini kita mengawali babak baru dalam rangka penerimaan CPNS dan PPPK di KLU,” ujar dia.

Politisi PKB ini berharap, pelaksanaan tes SKD CPNS dan PPPK berjalan dengan baik. Semua peserta diharapkan disiplin waktu dan mematuhi segala peraturan.

”Seluruh panitia dan peserta harus tetap disiplin menerapkan prokes Covid-19,” tegas dia.

Daerah ini mendapatkan jatah 195 formasi. Yakni 73 formasi CPNS dan 122 PPPK guru dan nonguru. Sedangkan jumlah peserta yang ikut tes selama 15 hari itu 2.245 orang.

”Saya mengapresiasi atas antusiasme dari peserta yang luar biasa,” kata dia.

Pimpinan Muhammadiyah KLU itu berharap nantinya peserta yang lulus tes mampu mengabdikan dirinya untuk KLU. Serta menjadi ASN yang mempuni, cerdas, serta disiplin dalam bekerja.

”Saya percaya pada seluruh panitia bisa berlaku adil, objektif, dan transparan, serta bersih sesuai dengan amanat peraturan yang berlaku,” tandas dia.

Plt Kepala BKDPSDM Lombok Utara Tri Dharma Sudiana mengatakan, seluruh peserta sudah memenuhi syarat untuk mengikuti tes. Satu sesi tes diikuti 50 peserta CPNS dan PPPK.

”Kita jadwalnya sampai setengah enam sore. Dari 07.00 Wita sudah mulai register dan 08.00 Wita sudah mulai tesnya,” jelas dia.

Untuk tes PCR Covid-19, dia mengatakan tidak dipatok harus dilakukan di KLU. Peserta bebas memilih melakukan tes PCR di pusat kesehatan mana saja. Namun jika mereka lupa membawa hasil swab atau PCR, pihaknya sudah menyediakan itu di RSUD.

”Hanya saja berbayar, karena dari kita tidak anggaran untuk itu,” kata sekretaris BKDPSDM tersebut.

”Untuk tes memang mareka harus bawa KTP asli, hasil swab dan PCR berlaku 1×24 jam,” pungkas dia. (fer/r9)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS