counter hit make

Bulog Salurkan Bantuan Beras, Langkah Strategis Atasi Stunting dan Kemiskinan

Warta Mataram – Badan Urusan Logistik (Bulog) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah membagikan sebanyak 226.060 kilogram beras. Bantuan ini merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang akan didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di dua kecamatan.

Pendistribusian CBP ini merupakan tahap kedua untuk periode September-November. Kedua kecamatan yang menjadi sasaran adalah Sikur dan Terara.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, David Susanto, menjelaskan bahwa 114.700 kilogram akan dialokasikan untuk Kecamatan Sikur, sementara Kecamatan Terara akan menerima 111.360 kilogram. Pendistribusian dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dengan NTB saat ini fokus di Lotim.

Setiap KPM akan menerima beras seberat 10 kilogram selama tiga bulan. Untuk Provinsi NTB, Bulog mengalokasikan sekitar 6.027 ton setiap bulan atau 18.081 ton selama tiga bulan.

Di Lotim, beras akan disalurkan kepada 145.078 KPM dengan jumlah sekitar 1.450,78 ton per bulan atau total 4.352,34 ton selama tiga bulan. Pendistribusian ini bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan kemiskinan ekstrim.

Pada tahap pertama, sebanyak 620.204 KPM di NTB menerima bantuan CBP. Sedangkan pada tahap kedua, jumlah KPM yang mendapat bantuan adalah 602.700. Di Lotim, pada tahap pertama terdapat 147.222 KPM yang menerima bantuan, sedangkan pada tahap dua ini terdapat 145.780 KPM.

Menurut David Susanto, terdapat penurunan sekitar 2.144 KPM penerima bantuan di tahap kedua. Penurunan ini disebabkan oleh membaiknya ekonomi masyarakat Lotim, yang menyebabkan sebagian dari mereka tidak lagi membutuhkan bantuan tersebut.

Saat ini, stok CBP di gudang Bulog seluruh NTB mencapai 37.000 ton. Sementara di Bulog cabang Lotim, stok CBP mencapai 7.500 ton. Stok ini diperkirakan mencukupi hingga musim panen tahun 2024.

Faktor seperti fenomena El Nino dan kenaikan harga pupuk telah berdampak pada penurunan produksi gabah. Oleh karena itu, Bulog berusaha untuk menjaga ketersediaan, aksesibilitas, dan stabilisasi harga beras.

Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy mengapresiasi peran Bulog dalam menjaga ketersediaan beras melalui berbagai program, seperti pasar murah dan bantuan langsung kepada masyarakat miskin dan anak yatim.

Sukiman mengakui bahwa Lotim adalah kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di NTB. Namun, ia juga mencatat adanya penurunan jumlah KPM yang menerima bantuan CBP pada tahap kedua, yang menunjukkan adanya peningkatan ekonomi di daerah tersebut.

Lebih lanjut, Sukiman menyebut bahwa sejumlah lahan pertanian telah berubah fungsi menjadi perumahan atau penggunaan lain, yang menjadi kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya mengatur distribusi beras agar tidak keluar dari kabupaten, untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa mendatang.