page hit counter

BTPN Syariah Dorong CSR Berkelanjutan

MATARAM-BTPN Syariah menunjukkan komitmennya  melakukan aktivitas tanggung jawab sosial (CSR) berkelanjutan dengan memberikan dampak sosial yang nyata bagi seluruh stakeholder.

“Selama lebih dari satu dekade melayani nasabah inklusi, BTPN Syariah tetap berupaya memberikan dampak sosial yang nyata bagi seluruh pemangku kepentingan baik internal dan eksternal,” kata Direktur BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winantio saat melakukan kunjungan kerja ke Lombok beberapa hari lalu.

Upaya BTPN Syariah dan keyakinan untuk ‘Do Good Do Well’ melalui program pembiayaan yang memberikan dampak sosial yang nyata harus selaras dengan pencapaian tujuan keberlanjutan dalam SDGs yang mencakup pada aspek 3P (people, planet, profit). Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai rangkaian aktivitas tanggung jawab sosial berkelanjutan yang dikemas baik dalam program-program berkelanjutan.

“Memprioritaskan karyawan dan nasabah serta komunitasnya melalui program pendampingan, apresiasi nasabah dan juga program yang mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Sebagai bank yang memiliki kurang lebih 12 ribu #bankirpemberdaya, BTPN sangat memprioritaskan kesehatan karyawan yang menjadi poin penting dalam melakukan pelayanan sepenuh hati terhadap nasabah inklusi. Perhatian ini dimulai dari pemberian perlengkapan bekerja kala pandemi, sampai dengan program vaksin karyawan beserta keluarga. Termasuk pemberian bantuan obat-obatan bagi yang terpapar virus, penggunaan telemedicine dan pendampingan langsung oleh Bank bagi yang terkonfirmasi positif Covid 19.

Sementara di sisi eksternal, seluruh aktivitas tanggung jawab sosial yang dilakukan, membawa harapan agar nasabah dan komunitas dapat meningkat ke taraf kehidupan yang lebih baik.

“Kami menfasilitasi nasabah agar mampu mengejar mimpi-mimpinya sebagaimana kami gali pada perjumpaan awal dengan mereka,” tambahnya.

Oleh karenanya, Dwiyono memastikan pihaknya tetap intensif melakukan pendampingan dengan memberikan pelatihan kewirausahaan, diversifikasi usaha, sertifikasi MUI/IRT/BPOM, digital marketing. Bahkan hingga mendorong nasabah untuk berpartisipasi dalam pameran dan kompetisi UMKM di masing-masing wilayahnya. Kemudian untuk menyempurnakan kemampuan nasabah dalam berusaha juga memberikan program-program yang dapat meningkatkan volume usaha seperti, Kios Takjil Ramadan, Seminar Pemberdayaan Bisnis, Program Petani Tangguh, juga Kios Tepat Kediri Raya Spesial Ramadan.

“Program-program ini dalam periodenya sudah melibatkan lima ratus hingga dua ribu orang nasabah,” terangnya.

Selain itu untuk mengapresisasi para nasabah yang telah tumbuh bersama, bank juga memberikan program apresiasi seperti Program Nasabah Bersemi; Berbagi Emas; dan Bantuan Pendidikan Bagi Anak Nasabah.

Berbagi Emas merupakan program apresiasi kepada nasabah inspiratif yang telah tumbuh bersama BTPN Syariah dan mampu menjadi panutan bagi nasabah dan komunitasnya. Kemudian program Nasabah Bersemi, program yang memberikan insentif bagi nasabah yang rutin melakukan pembayaran tepat waktu selama tiga bulan. Serta, untuk membantu meringankan nasabah terutama di masa pandemi ini, bank juga memberikan bantuan pendidikan kepada 10 ribu anak nasabah.

Ini  adalah wujud dari tekad BTPN Syariah sebagai bank yang fokus memberdayakan nasabah inklusi. Tidak hanya memberikan pembiayaan semata, namun juga ingin berjalan beriringan dengan nasabah.

“Kami melihat mereka tumbuh melalui program pendampingan yang tepat, merasakan dampak positif berkelanjutan dari semua program-program yang kami lakukan,” tuturnya.

Seperti yang dilakukan di Lombok ini, banyak sekali program pendampingan dan pembiayaan yang dijalankan sebagai komitmen melakukan aktivitas tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. Salah satunya kegiatan tepat peduli vaksin yang dilakukan di SD Asyiyah 2 Mataram.

Sekolah ini telah banyak dilakukan berbagai program aktivitas tanggung jawab sosial berkelanjutan. Diantaranya yaitu, merenovasi bangunan yang terkena gempa, membangun aula sekolah yang dapat dipergunakan oleh nasabah di sekitar SD Aisyiyah. Serta memberikan pelatihan-pelatihan berkelanjutan untuk guru. Selain itu, program Tepat Peduli Infrastruktur yang dijalankan di seribu titik di Indonesia pada tahun 2019-2020 oleh BTPN Syariah.

“Juga memilih SD Aisyiyah 2 sebagai salah satu titik di Lombok untuk menanam tanaman hidroponik, dimana tanaman hidroponik yang ditanam dapat membantu guru untuk berwirausaha,” jelasnya.

Bank BTPN Syariah juga turut terlibat dalam upaya mendukung program vaksinasi pemerintah, melalui program Tepat Peduli Vaksin yang dilakukan di empat kota di Indonesia. Yaitu Sukabumi, Palembang, Solo dan Mataram. Program ini bertujuan membentengi nasabah dan komunitasnya dari intaian pandemi Covid 19.

Dengan berkolaborasi bersama dinas kesehatan dan aparat setempat, BTPN Syariah menfasilitasi kurang lebih 250 nasabah, komunitas nasabah dan masyarakat umum di setiap kota tersebut untuk mendapatkan vaksin yang tepat.

Ia meyakini upaya perbaikan dan kesadaran kesehatan masyarakat dalam menghadapi Covid 19 menjadi tanggung jawab semua stakeholder.

“Mengingat saat ini, masyarakat yang sehat menjadi tiang utama perekonomian yang baik,” jelasnya.

Lebih dari satu dekade bank syariah ini fokus melayani nasabah inklusi, pada masa pandemi seperti saat ini. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah), menjadikan nasabah dan karyawan sebagai fokus utama bank.

“Dengan strategi ini Alhamdulillah, pada kuartal kedua, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 10,05 triliun, tumbuh 15 persen (YoY), dibanding periode sebelumnya Rp 8,74 triliun. Pertumbuhan di saat pandemi ini tetap mengedepankan kualitas pembiayaan yang sehat dengan menjaga  NPF (Non Performing Financing) di posisi 2,4 persen,” tambahnya.

Adapun sampai akhir Juni 2021, bank masih memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang kuat di posisi 52 persen, jauh di atas rata-rata industri. Total aset tumbuh 14 persen (YoY) menjadi Rp 17,41 triliun dari Rp 15,27 triliun.  Dana pihak ketiga tumbuh 12 persen (YoY) menjadi Rp 10,61 triliun dari Rp 9,46 Triliun.

“Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 770 miliar,” kata dia. (nur/adv/r10)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS