page hit counter
Bos Ooredoo Group: Operator Baru Hasil Merger Ciptakan 25% Pangsa Pasar

Bos Ooredoo Group: Operator Baru Hasil Merger Ciptakan 25% Pangsa Pasar

Jakarta, Wartamataram.com – Managing Director Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo mengatakan bahwa merger Indosat Ooredoo dan unit CK Hutchison di Indonesia akan mendefinisikan kembali pasar telekomunikasi yang saat ini terfragmentasi. Penggabungan kedua operator menciptakan pemain dengan skala yang cukup untuk bersaing dengan pemimpin pasar Telkomsel.

Fakhroo mengatakan merger tersebut akan menciptakan operator dengan sekitar 100 juta pelanggan dan sekitar 25% pangsa pasar. Menempatkan operator di posisi kedua yang solid di belakang Telkomsel. Berdasarkan data GSMA Intelligence, Telkomsel memiliki 169 juta pelanggan pada akhir Q2-2021.

Fakhroo menjelaskan, bahwa pihaknya menghabiskan sembilan bulan mempelajari transaksi dan mengidentifikasi bahwa penggabungan dua pemain berdampak pada duplikasi 25% hingga 30% dalam jangkauan jaringan. Di sisi lain, banyak BTS milik kedua operator yang dapat dinonaktifkan dan platform TI yang digabungkan sehingg dapat memangkas biaya.

Ia menambahkan bahwa Ooredoo memulai strategi aset-ringan pada awal tahun, menutup kesepakatan $750 juta untuk menjual lebih dari 4.200 menara. Sebagai bagian dari strategi, pihaknya melibatkan melihat semua komponen grup termasuk pusat data dan menara, yang sedang dipertimbangkan untuk dijual.

Sekedar diketahui, untuk mendukung strategi aset-ringan Indosat rela melepas tower yang dimilikinya. Pada 5 Mei 2021, anak perusahaan Ooredoo Qatar itu menetapkan PT EPID Menara Asset Co sebagai pembeli dari 4.247 menara telekomunikasi yang dilegonya.

Nilai penjualan ini mencapai US$ 750 juta atau setara dengan Rp 10,28 triliun (kurs sesuai SPA, sales and purchase agreement). EPID Menara Asset Co merupakan anak perusahaan dari Edge Point Singapura di Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh Digital Colony yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat.

Sebelumnya pada Oktober 2019, Indosat juga menjual 3.100 menara. Sebanyak 2.100 ke PT. Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) yang tak lain adalah anak perusahaan dari PT Telkom. Sedangkan 1.000 menara dijual ke PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Dari penjualan menara tersebut, diketahui Indosat mengantongi Rp6,39 triliun.

Mundur ke belakang, pada Februari 2012, Indosat telah menjual sebanyak 2.500 BTS kepada Tower Bersama Infrastructure dan anak perusahaannya Solusi Menara Indonesia. Nilai penjualan tower itu mencapai Rp4,76 triliun.

Dukungan capex yang melimpah hasil dari penjualan ribuan BTS itu, pada akhirnya membuat Indosat lebih dalam agresif membangun BTS, terutama BTS 4G yang sangat dibutuhkan untuk masyarakat dalam mengakses mobile internet.

The post Bos Ooredoo Group: Operator Baru Hasil Merger Ciptakan 25% Pangsa Pasar appeared first on Wartamataram.com.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS