page hit counter
BKD Mataram Minta Pengurangan Target Pajak Hotel

BKD Mataram Minta Pengurangan Target Pajak Hotel

MATARAM-Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak hotel memasuki triwulan ketiga baru tercapai 50 persen. Atau sekitar 11 miliar lebih dari target Rp 23 miliar. Karena itu,  Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram berencana mengajukan keringanan pengurangan target pendapatan dari sektor pajak hotel.

“Harusnya kita menyesuaikan target di kondisi seperti sekarang ini,” kata Kepala BKD Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, kemarin.

Syakirin terlihat pasrah. Dia tidak mungkin menggenjot PAD dari pajak hotel di masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Mataram ini. Bahkan saat ini dia banyak menunda pemanggilan pihak hotel yang masih menunggak pajak.

“Kita  hindari kontak langsung dengan pihak luar,” kata Syakirin.

Tak hanya itu, kata dia, OPD yang dipimpinnya ini melakukan pembatasan kerja dari kantor. “Kita yang bekerja dari kantor sekitar 30 persen,” ucapnya.

Ditanya soal ada relaksasi pembayaran pajak hotel. Syakirin mengatakan, harus dibahas bersama DPRD Kota Mataram. Sebab, target awal  pajak hotel sebesar Rp 23 miliar. Sementara di satu sisi kondisi seperti sekarang ini.

“Harus ada keputusan pimpinan, termasuk dewan terkait relaksasi tersebut,” ucapnya.

Dia mengatakan, dengan adanya relaksasi akan berpengaruh terhadap rencana pendapatan. Jika ada relaksasi berarti ada penurunan target. Begitu ada penurunan kata dia, akan ada belanja yang nantinya dikurangi.

“Mau tidak mau kalau target pajak hotel diturunkan otomatis belanja daerah akan dikurangi juga,” tuturnya.

Dia tidak menampik sejumlah hotel menngusulkan ada relaksasi. Mereka minta diberikan keringanan ditengah PPKM level 4 lantaran sepinya pengunjung. “Jika kondisi terus seperti ini tentu harus ada penurunan target. Kita harus meyesuaikan,” ucapnya.

Manager Marketing Hotel Akila Hary Candra mengatakan, pemerintah tidak perlu pusing melakukan relaksasi pembayaran pajak hotel. Melainkan dia ingin tes PCR digratiskan atau bisa diklaim pelaku perjalanan melalui BPJS.

“Kalau ini diberlakukan saya rasa tingkat kunjungan hotel akan meningkat,” ujarnya.

Saat ini kata dia, orang mau keluar daerah, terutama ke Kota Mataram berpikir dua kali. Sebab, mereka harus tes PCR agar bisa melakukan perjalanan.

“Saya rasa orang akan ramai liburan jika tes PCR digratiskan,” ucapnya.

Dia menambahkan, ada saja pengunjung yang datang tiap hari di Hotel Akila. Ada dari kerabat atau komunitas dari dalam pulau menginap. Dia membanting harga untuk sewa kamar yang biasanya Rp 250 ribu dijual Rp 100 ribu.

“Kita juga ingin pajak hotel yang kita bayarkan disesuaikan dengan harga jual sekarang ini,” tukasnya. (jay/r3)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS