page hit counter
Belum Divaksin, Pasien Covid di Lembar Meninggal

Belum Divaksin, Pasien Covid di Lembar Meninggal

GIRI MENANG-Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Barat (Lobar) mengofirmasi dua pasien Covid-19 asal Lembar meninggal dunia. Sampai menghembuskan nafas terkahir, keduanya belum divaksin.

”Menyikapi informasi yang beredar di luar, dua warga Lembar memang meninggal dan keduanya positif Covid-19. Karena hasil swab sudah keluar,” kata Kabid P3KL Dikes Lobar dr Ahmad Taufiq Fathoni, Sabtu (3/7).

Fathoni menerangkan, informasi yang beredar saat ini, keduanya meninggal karena sudah divaksin. Sedangkan sampai saat ini berdasarkan data-data yang ada di Dinas Kesehatan, dua orang yang meninggal tersebut belum pernah terdaftar menerima vaksin Covid-19.

Dalam Aplikasi vaksinasi covid, dua warga itu tidak pernah terdaftar sebagai yang menerima vaksin covid-19 untuk seminggu ini. “Kami sudah mengecek kegiatan dari hari Sabtu. Dan dalam kegiatan vaksinasi massal yang kita lakukan di pelabuhan, tidak ada nama keduanya,” jelasnya.

Selain berdasarkan data-data dari Dinas Kesehatan, ini juga dikuatkan oleh pernyataan dari pihak keluarga dan perangkat desa. Semua pihak ini menyatakan yang bersangkutan belum menerima vaksin.

”Pernyataan dari istri, termasuk Kadus dan ibunya, pasien ini tidak pernah divaksin. Jadi vaksinasi terhadap dua orang yang meninggal ini sampai saat ini data tidak ada menunjukkan kalau telah divaksin,” tegasnya.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S Wibowo melalui Kasi Humas Iptu I Gede Gumiarsana menjelaskan, hal ini berawal dari adanya komentar tentang warga Lembar meninggal karena vaksinasi di media sosial. Yang kini semuanya sedang didalami pihak kepolisian Polres Lobar. Karena hal tersebut telah membuat kegaduhan di media sosial.

”Jadi terkait dengan pemberitaan di medsos, berawal dari status sdr BDS yang mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu teman dekatnya,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk hati-hati dalam berspekulasi dan beropini di media sosial. Status belasungkawa itu dikomentari negatif, berdasarkan opini dan spekulasi sendiri. Sehingga menyebabkan kegaduhan.

Namun, dari komentar-komentar yang beredar, banyak yang beropini warga lembar tersebut meninggal akibat vaksinasi. Faktanya, telah diungkapkan langsung Dinas Kesehatan Lobar.

“Yang bersangkutan belum divaksin, karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit. Jadi tidak divaksin,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dari Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Lombok Barat, tidak ditemukan vaksinlah penyebab dari meninggalnya kedua orang tersebut.

Untuk sementara, pemilik status yakni bernama BDS masih menjalani penyelidikan. Polisi juga telah memanggil pihak Puskesmas Jembatan Kembar.

Sedangkan terkait pembuat komentar yang menyebabkan kegaduhan, polisi masih melakukan pendalaman.

Sementara itu, BDS pemilik status ucapan bela sungkawa di medsos mengaku tidak tahu kalau statusnya dikomentari negatif, tentang spekulasi penyebab kematian temannya. Sedangkan untuk komen di statusnya BDS mengaku masih belum membacanya, karena banyaknya komentar yang masuk di statusnya.

”Beliau itu (yang meninggal dunia) temen TK , SMP, dan SMA saya. Jadi tidak ada maksud lain. Saya cuma menginformasikan saja ke temen-temen, biar ikut berbela sungkawa,” katanya. (nur/r3)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS