page hit counter
Beijing-Taipei memanas, Joe Biden dan Xi Jinping janji patuhi perjanjian Taiwan

Beijing-Taipei memanas, Joe Biden dan Xi Jinping janji patuhi perjanjian Taiwan

Joe Biden dan Xi Jinping. Foto: Politico

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, mengatakan bahwa dia telah melakukan komunikasi dengan Presiden China, Xi Jinping dan mereka telah sepakat untuk mematuhi perjanjian Taiwan, di tengah ketegangan yang terjadi antara Beijing dan Taipei.

“Saya sudah berbicara dengan Xi tentang Taiwan. Kami setuju, kami akan mematuhi perjanjian Taiwan. Kami menegaskan, bahwa saya pikir dia tidak melakukan hal lain selain mematuhi perjanjian,” kata Biden kepada awak media di Gedung Putih.

Menyadur The Guardian, Rabu 6 September 2021, Biden nampaknya merujuk pada kebijakan ‘satu-China’ yang lama, dia mana Washington secara resmi mengakui Beijing daripada Taipei, dan Undang-undang Hubungan Taiwan, yang memperjelas hubungan AS untuk membangun hubungan diplomatik dengan China alih-alih dengan Taiwan.

Pernyataan Biden itu dibuat di tengah memanasnya tensi hubungan antara China dan Taiwan. Tentu banyak pihak berharap dengan komunikasi dan kesepakatan yang dibuat antara Biden dan Xi Jinping bisa membuat tensi di Selat Taiwan sedikit mereda. Kendati begitu, tak ada yang tahu pasti bagaimana ke depannya.

China kirim ratusan jet tempur ke Taiwan

Pesawat pembom H-6 milik China (bawah) dipepet F-16 Taiwan saat terbang di atas Selat Bashi. Foto: The Guardian
Pesawat pembom H-6 milik China (bawah) dipepet F-16 Taiwan saat terbang di atas Selat Bashi. Foto: The Guardian

Diketahui, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengerahkan hampir 150 pesawat tempurnya ke langit Taiwan dalam empat hari pertama bulan Oktober. PLA mengatakan, pengerahan itu sebagai bagian dari latihan rutin, juga peringatan kepada separatis dan para pendukung asingnya yang menginginkan Taiwan merdeka.

Para tokoh dan media di China daratan mengatakan hal itu sebagai demonstrasi kekuatan, sementara oleh Taiwan dan negara-negara barat hal itu dinilai sebagai tindakan intimidasi dan agresi.

Pengerahan pesawat tempur China ke langit Taiwan itu juga memecahkan rekor terbanyak dalam satu hari, di mana PLA mengirim 52 jet tempur mereka pada Senin (4/10) lalu. Pengerahan jet itu dilakukan sebagai respons China atas pernyataan AS yang mengaku prihatin atas aktivitas militer China di dekat Pulau Taiwan, yang mana disebut Paman Sam sebagai aksi yang provokatif.

Sebelumnya, China juga mengirim sebanyak 38 dan 39 pesawat tempur mereka ke Taiwan dalam dua hari berturut-turut.

Pernyataan Tsai Ing-wen

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Foto: Taiwan News
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Foto: Taiwan News

Kemudian pada hari Selasa (5/10) kemarin, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan bahwa Taiwan akan melakukan apa pun untuk mempertahankan diri dari ancaman China.

Tsai juga mendesak negara-negara lain untuk memahami nilai bekerja dengan Taiwan untuk melawan ancaman yang lebih luas yang ditimbulkan oleh Beijing. Tsai juga memperingatkan konsekuensi ngeri jika Taiwan jatuh ke tangan China.

“Dan mereka harus ingat bahwa jika Taiwan jatuh, konsekuensinya akan menjadi bencana besar bagi perdamaian regional dan sistem aliansi demokrasi,” kata Tsai.

Lebih lanjut, Tsai juga mengatakan bahwa jika Taiwan jatuh ke tangan China maka akan mengganggu keamanan yang selama ini telah tercipta, serta perdagangan internasional dan mengacaukan seluruh Pasifik barat

“Kegagalan untuk mempertahankan Taiwan tidak hanya akan menjadi bencana besar bagi Taiwan, itu juga akan menjungkirbalikkan keamanan yang telah memungkinkan terciptanya perdamaian dan pembangunan ekonomi yang luar biasa di kawasan selama tujuh dekade,” beber Tsai Ing-wen.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS