page hit counter
Banyak Pengusaha Reklame di Mataram Nunggak Pajak

Banyak Pengusaha Reklame di Mataram Nunggak Pajak

MATARAM-Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram mencatat, masih banyak pengusaha reklame di Kota Mataram yang menunggak pajak. “Yang belum bayar pajak, materi iklannya akan kita tutup dengan kain,” tegas Kepala BKD Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, kemarin (29/6).

Harapannya, cara ini bisa menyadarkan para pemilik reklame akan kewajibannya. “Soal penutupan itu, memang benar itu perintah saya langsung,” kata Syakirin.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Advertising Lombok Firadz Pariska memberikan dukungan. Menurutnya, pengusaha yang belum membayar pajak jangan hanya diberikan hukuman. Namun juga harus ada reward bagi yang taat membayar pajak.

“Kita sebagai pengusaha mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan PAD ini,” ujar orang dekat Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana itu.

Firadz menegaskan, pihaknya tidak akan melindungi anggotanya yang salah. Tapi, dia meminta BKD agar tidak menjadikan pengusaha sasaran tagihan. “Saya rasa tunggakan pajak bukan sepenuhnya salah di pengusaha, bisa jadi di sistem yang belum pas di BKD,” tutur dia.

Sejauh ini, kata dia, keluhan pengusaha terkait denda reklame karena proses pembayaran yang alot akibat sistem yang ada di BKD. Dulu, kata dia, seorang  pengusaha nunggak membayar pajak karena tidak ditagih dan timbulah denda. Namun anehnya didenda timbul lagi ada denda.

“Kalau dihukum Islam, ini namanya riba,” ujar bendahara DPD I Partai Golkar NTB tersebut.

Hasrunya, lanjut dia, pengusaha membayar pokok dan denda saja. Namun di sini, ada lagi denda di atas denda. “Otomatis dengan seperti ini tunggakan meningkat karena ada denda di atas denda. Kita sebagai pengusaha punya itikad untuk membayar pajak reklame,” urai dia.

Atas persoalan ini BKD dan pengusaha harus duduk bersama. Karena bagaimanapun para pengusaha papan reklame punya itikad baik untuk membayar pajak. Namun karena proses yang lama dan harus membayar denda di atas denda harus diluruskan. “Kita sebagai pengusaha tetap akan membayar pajak,” tukas dia. (jay/r3)

 

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS