page hit counter

Warta Mataram -Agar membantah pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Choumas, Presiden Joko Widodo disarankan mencopot Yaqut dari jabatan Menag dan menunjukkan dari kalangan Muhammadiyah.

Demikian dikatakan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (26/10).

Menurut Muslim, langkah itu perlu dilakukan Jokowi lantaran Yaqut sebagai Menag lebih banyak memproduksi masalah dibanding mengurus Kementerian Agama (Kemenag).

“Bacakan pengumuman batalkan haji saja pakai biaya Rp 21,7 miliar. Di Hari Santri Nasional 21 Oktober, seorang santri ditunjuk sebagai Menteri Agama. Ini jabatan Menteri Agama dianggap main-main. Dan Kemenag itu hadiah buat NU. Banyak bikin gaduh dan keributan,” ujar Muslim Arbi, Selasa (26/19).

Sehingga kata Muslim, sebaiknya Jokowi segera mencopot Yaqut dari jabatan Menag agar kegaduhan di masyarakat dapat diminimalisir.

“Sebaiknya dicopot saja. Dan Kementerian Agama sebaiknya dari Muhammadiyah saja. Agar tidak terkesan Jokowi hanya utamakan NU,” pungkas Muslim.

Sebelumnya pernyataan Menag Yaqut menjadi kontroversi. Sebab, di hadapan santri dan pengasuh pondok pesantren Ketua Umum GP Ansor itu mengutarakan bahwa Kemenag hadiah negara untuk NU.

Usai menjadi sorotan, Yaqut mengklarifikasi bahwa apa yang ia sampaikan adalah bermotif motivasi pada para santri yang hadri di acara Hari Santri Nasional yang dilakukan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI NU). (RMOL)
CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS