counter hit make

Balapan ATC Mandalika Ditunda, Persoalan Marshal Wajib Dievaluasi Tuntas

MATARAM-Race 1 dan 2 seri pamungkas ajang balapan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) harus tertunda di Pertamina Mandalika International Street Circuit, kemarin (14/11). Marshall yang seharusnya bertugas mengawal jalannya balapan kurang dari jumlah semestinya.

Harusnya ada delapan personel marshall di sepanjang lintasan yang berdiri di pos masing-masing. Namun, untuk balapan kemarin, jumlahnya tak memenuhi syarat tersebut. Dorna Sports pun mengambil keputusan. Meniadakan balapan utama dan menjadwalkan ulang akhir pekan ini.

“Dorna Sports, bersama dengan Mandalika Grand Prix Ascociation mengkonfirmasi bahwa final akan berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 November, bersama World Superbike,” bunyi pernyataan tertulis Dorna Sports bersama MGPA yang diterima Lombok Post, kemarin (14/11).

Total ada empat balapan IATC yang diundur ke pekan depan bersamaan dengan berlangsungnya WSBK. Bagaimana model teknis pengaturannya, Dorna Sports dan MGPA belum menyampaikan penjelasan mendetail.

Mestinya, ajang IATC ini adalah uji coba awal penggunaan Sirkuit Mandalika jelang dilangsungkannya WSBK akhir pekan ini. Itu sebabnya, event IATC digelar sepekan lebih dulu. Sebagai sirkuit baru, fasilitas dan layanan lintasan memang memerlukan pengujian.

Sehari sebelumnya, babak kualifikasi telah berlangsung begitu gemilang. Namun, Dorna Sports menyebut, dalam babak kualifikasi tersebut, diketahui ada beberapa tantangan yang biasa dihadapi dalam organisasi olahraga.

“Itu telah diidentifikasi dan sekarang sedang ditangani untuk memastikan keselamatan pengendara setelah balapan berlangsung.”

Organizing Comitee atau Panitia Pelaksana Daerah dari Pemprov NTB Ahmad Nur Aulia yang dikonfirmasi Lombok Post mengemukakan, alasan penundaan lebih pada pertimbangan teknis untuk keselamatan pembalap. Ia meminta masyarakat memahami jika dalam balapan, proses penundaan sudah menjadi hal yang biasa.

“Makanya kita harus terbiasa bahwa dalam balapan ketika ada pertimbangan teknis risiko pada pembalap, maka balapan akan ditunda,” katanya.

Aulia tidak banyak memberi pernyataan saat ditanya terkait kurangnya petugas marshall di sirkuit sehingga balapan utama harus ditunda. Ia mengatakan, persoalan tersebut butuh penyesuaian yang intens. Karena akan berpengaruh pada teknis keamanan pembalap di sirkuit.

“Secara teknis tidak dijelaskan pihak Dorna Sports. Cuma kami memang mendapat informasi itu (terkait kekurangan marshall). Ditambah marshall kita baru, jadi perlu penyesuaian lebih intens,” katanya.

Diketahui, khusus untuk event Asia Talent Cup, MGPA dan ITDC menyerahkan pelaksanaannya kepada Pemprov NTB. Mengingat event ini menjadi ajang bagi para pembalap junior untuk meniti karir di dunia balap profesional.

Para marshall yang bertugas adalah warga NTB yang telah dipilih dan mendapat pendidikan dan pelatihan sebelumnya. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya nyata pemberdayaan masyarakat.

Aulia menjelaskan, setiap detik tindakan yang dilakukan oleh marshall sangat menentukan keselamatan semua pembalap. Misalnya terlambat satu detik dalam mengangkat bendera kuning, merah, atau hijau, ini akan berpengaruh pada keamanan pembalap.

Dia menekankan, sebagai penyelenggara, untuk ATC ini menjadi komitmen Pemprov NTB untuk menjaga momen balapan internasional pertama di Indonesia setelah puluhan tahun absen.

Di sisi lain, tanpa bermaksud menyederhanakan persoalan, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menegaskan, penundaan ini memang penting untuk keselamatan.

“Memang harus dilihat kesiapan marshall ini untuk lebih responsif. Mungkin karena ini pertama,” ucapnya secara terpisah.

 

Alasan Tak Datang

 

Pantauan Lombok Post di lokasi Sirkuit Mandalika kemarin, keberadaan marshall memang terlihat lebih sedikit dibandingkan saat kualifikasi hari Sabtu. Marshall yang seharusnya terdapat delapan orang di satu titik hanya terlihat beberapa orang saja. Ada yang hanya enam orang. Ada pula yang lebih sedikit yakni tiga orang.

Sementara itu, para pembalap sendiri sudah mulai turun menjajal lintasan sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka kemudian diminta kembali ke pitlane oleh pihak penyelenggara Asia Talent Cup dari Dorna Sports. Setelah berdiskusi, akhirnya balapan terpaksa diputuskan ditunda.

Seharusnya, kemarin, balapan digelar dua kali. Yakni race pertama pukul 12.00 Wita dan race kedua pukul 16.00 Wita.

Pembalap yang sudah kembali ke paddock pun terlihat membuka pakaian balap mereka. Beberapa di antaranya kemudian terlihat fokus pada pengecekan mesin kendaraan motor yang akan digunakan masing-masing.

Sementara itu, terkait polemik penundaan race, salah satu marshall kepada Lombok Post menuturkan bahwa beberapa di antara rekan mereka memang memilih sengaja tidak datang saat race kemarin. Dia mengemukakan, memang banyak hal yang mengemuka dalam diskusi di antara mereka. Misalnya, marshall merasa kurang mendapat perhatian dari penyelenggara.

“Makan dan minum kami tidak diperhatikan. Uang transport tidak ada. Bagaimana kami mau bekerja maksimal?” katanya.

Ada pula yang mendiskusikan hal lain. Misalnya para marshall mengaku kesulitan saat melaksanakan ibadah. Karena mereka harus tetap berada di tempatnya saat balapan berlangsung.

 

Pujian Berdatangan

 

Di sisi lain, meski race yang dijadwalkan tertunda karena persoalan teknis keamanan, para pembalap dan pelatih Asia Talent Cup merasa kagum dengan Sirkuit Mandalika.

“Ini sirkuit baru yang sangat berkelas. Kami sangat senang dan pembalap juga senang. Kami janjikan balapan pekan depan lebih baik,” kata pelatih balap Asia Talent Cup Diego Lozano pada Lombok Post, kemarin (14/11).

Terkait cuaca di kawasan Mandalika yang kadang tidak menentu akibat peralihan musim kemarau ke musim hujan, menurutnya hal tersebut tidak terlalu berpengaruh pada performa para pembalap. Hanya saja ia menilai memang sirkuit dengan 17 tikungan ini cukup sulit bagi pembalap. Namun setelah beberapa kali latihan bebas hingga kualifikasi, para pembalap berhasil meningkatkan kecepatannya dalam setiap putaran. Diego Lozano menilai Sirkuit Mandalika hampir mirip dengan sirkuit Losail Qatar.

Fadillah Arby Aditama, salah satu pembalap asal Indonesia yang turun di ajang ATC menilai Sirkuit Mandalika punya kelebihan tersendiri. “Layout sirkuitnya saya suka. Beda dari yang lain. Cuma masih belum tertata. Pemandangan di tikungan sembilan dan 10 juga istimewa,” ungkap Arbi, sapaannya.

Setelah menjalani latihan bebas dan kualifikasi, Arbi cukup percaya diri untuk menghadapi balapan pekan depan. Apalagi melihat posisinya berpeluang menjadi juara. Arbi dalam kualifikasi berhasil menempati posisi ketujuh dengan catatan waktu 1 jam 48 menit 515 detik.

Posisi pertama didapatkan Danial Saharil pembalap asal Malaysia disusul Carter Thompson pembalap Australia dan Masaya Hongo pembalap Jepang di posisi ketiga. Di depan Arbi ada tiga pembalap asal Jepang yakni Gun Mie, Kanta Hamada dan Taiyo Furusato yang tahun depan promosi ke Moto 3.

Meski berada di posisi ketujuh, remaja 16 tahun ini memasang target tinggi saat balapan pekan depan. Ia mengaku dirinya ingin meraih podium atau juara. Mengingat ia berlaga selaku tuan rumah di Indonesia.

“Karena ini di kandang sendiri jadi targetnya harus juara,” ucapnya

Selain Arbi, ada tiga pembalap reguler yang berlaga di ATC. Mereka adalah Herlian Dandi, Herjun Atna Firdaus dan Dheyo Wahyu. Mereka mewakili Indonesia sejak musim 2020. Ditambah, dua pembalap muda mendapatkan wild card di ATC Mandalika. Mereka yakni Veda Ega Pratama, 12 tahun

Source: Lombok Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *