page hit counter
ASN di Lombok Timur Diminta Berhenti Gunakan Elpiji Bersubsidi

ASN di Lombok Timur Diminta Berhenti Gunakan Elpiji Bersubsidi

SELONG-Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan elpiji ukuran 3 kilogram. Isinya mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lotim untuk tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi itu. Mereka diharapkan beralih menggunakan elpiji non subsidi.

“Surat edaran bupati ini kami edarkan mulai hari ini,” kata Kepala Dinas Perdagangan Lotim Hj Masnan, Selasa (22/6).

Masnan menerangkan, saat ini sebagian besar ASN di Lotim masih menggunakan elpiji bersubsidi. Penggunaan elpiji bersubsidi yang tepat sasaran diharapkan dapat menyelesaikan persoalan kelangkaan elpiji 3 kilogram. Sebab ASN dirasa sudah sangat mampu untuk membeli elpiji non subsidi.

Dalam surat edaran tersebut, yang diimbau untuk hijrah ke elpiji non subsidi adalah TNI-Polri  dan pegawai BUMN dan BUMD di wilayah Lotim. Selain itu, imbauan juga tertuju pada pelaku usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan. “Atau memiliki penghasilan tahunan lebih dari Rp 300 juta,” terang Masnan.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Lotim yang dikategorikan mampu dan tidak memiliki kartu keterangan miskin. Namun secara bertahap, peralihan penggunaan elpiji bersubsidi ditekankan pada ASN. Kata Masnan, pihaknya akan memulai dari ASN yang bertugas di Dinas Perdagangan.

Adapun mengenai stok elpiji non subsidi yang kemungkinan tidak memenuhi kebutuhan peralihan, Masnan sudah berkoordinasi dengan Pertamina wilayah NTB dan Dinas ESDM Provinsi NTB. Kata dia, jika seluruh ASN di Lotim beralih ke elpiji non subsidi, kekurangan elpiji non subsidi akan dipenuhi.

Sebelumnya, Disdag Lotim telah meminta penambahan kuota elpiji bersubsidi untuk Lotim. Dari 92 juta tabung, Lotim diberikan tambahan sebanyak 770 ribu tabung. Penambahan tersebut sudah dimulai Juli ini. “Dengan penambahan tersebut, sekarang kondisinya normal. Tapi kita harus mengantisipasi terjadinya lonjakan penggunaan seperti sebelumnya,” terang Masnan.

Sekda Lotim HM Juaini Taofik menerangkan, pihaknya akan segera membuat tim monitoring dan evaluasi terkait SE yang diedarkan ke seluruh kecamatan. Secara bertahap, pihaknya akan mengurai langkah untuk mengantisipasi beberapa kendala dalam peralihan tersebut. Salah satunya mengenai stok atas kebutuhan elpiji non subsidi di Lotim. “Beberapa kendala yang ada akan terurai pada evaluasi awal kita nanti,” jelas Taofik. (tih/r8)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS