page hit counter
Arsul Sani minta ustaz mesum Bandung di kebiri dan kutukan wagub Jabar

Arsul Sani minta ustaz mesum Bandung di kebiri dan kutukan wagub Jabar

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay

Anggota Komisi III DPR fraksi PPP, Arsul Sani meminta agar aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada pimpinan Ponpes di Kota Bandung berinisial HW (36).

Pelaku merupakan pimpinan pondok pesantren yang telah melakukan pencabulan kepada 12 santri putrinya. Karena, Asrul meminta kepada penegak hukum agar pimpinan pondok pesantren tersebut di kebiri saja.

Menurut Arsul kasus perkosaan massal yang berulang, merupakan kesengajaan karenanya penting jika dikaitkan dengan pidana. Dimana hukuman tak hanya ancaman penjara serta tambahan hukuman kebiri.

Arsul Sani
Arsul Sani minta pimpinan pondok pesantren dikebiri Foto: Antara

“Instrumen hukum pidana yang ada perlu dipergunakan. Ini termasuk pemidanaan yang dijatuhkan tidak hanya terbatas pada pidana penjara maksimal, tapi juga pidana lainnya seperti pengkebirian,” kata Arsul mengutip CNNIndonesia.

Hukuman kebiri merupakan salah satu sanksi yang ideal bagi pemimpin pondok pesantren, dimana pada beberapa negara sering memberlakukan hukuman berat bagi pelaku perkosaan, hukuman mati atau paling tidak penjara dalam waktu yang lama.

Untuk kasus pencabulan yang dilakukan pimpinan ponpes di Bandung, hukuman penjara bahkan bisa ditambah sepertiga selain pidana tambahan berupa kebiri.

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: SheThePeolple TV
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: SheThePeolple TV

“Hukum pidana kita membuka kemungkinan bukan hanya ada pidana maksimum saja, tapi bisa ditambah dengan sepertiga, selain pidana tambahan dalam bentuk kebiri itu,” kata dia.

Wagub Jabar sampai kutuk pemimpin ponpes

Kecaman terhadap perilaku pimpinan ponpes tak hanya diunkap anggota DPR RI dari PPP. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengutuk aksi cabul belasan santri oleh seorang pimpinan yayasan pesantren sekaligus guru ngaji di Kota Bandung.

Atas perbuatan tersebtu Wagub Jawa Barat yang akrab disapa Uu, meminta penegak hukum agar dijerat dengan hukuman yang berlaku.

“Pertama, saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Kedua, saya merasa prihatin sebagai komunitas pondok pesantren kejadian semacam ini,” kata Uu melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12).

“Kemudian juga kita mendukung kalaupun itu sudah ditangani oleh pihak kepolisian atau aparat penegak hukum agar diberlakukan hukum yang berlaku,” ucap Uu menambahkan.

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay

Dijelaskan UU jika hasil penelusuran terkait sosok piminan pesantren di Bandung tersebut. Belakangan diketahui jika tersangka memang pernah belajar di suatu pondok pesantren. Namun yang bersangkutan punya rekam jejak yang kurang baik yang tidak diketahui korban-korbannya.

“Ternyata memang saya bertanya kepada orang-orang yang kenal dia. Dia memang pernah pesantren tapi tidak benar, terus dia berperilakunya tidak sama dengan komunitas pesantren yang lainnya,” ujarnya.

Uu berharap masyarakat tidak menyamaratakan semua guru agama punya perilaku serupa. Sehingga tidak boleh ada rasa ketakutan dari para orang tua yang putra-putrinya sedang menempuh pendidikan di majlis ta’lim, pondok pesantren, atau di madrasah diniyah, asalkan lembaganya sudah terpercaya serta jelas sejarah dan asal usulnya.

Pelaku HW diketahui saat ini tengah menjalani proses hukum di Pengadilan Kelas 1A Khusus Bandung. Jaksa mendakwa H salah satunya dengan pasal Pasal 81 ayat (1) dan (3) Pasal 76 D UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 65 ayat (1) KUHP maksimal 15 tahun penjara.

Dalam dakwaan, HW disebut telah melakukan aksinya sejak lima tahun lalu di berbagai tempat di yayasan KS, yayasan pesantren TM, pesantren MH, basecamp, apartemen TS Bandung, Hotel A, Hotel PP, Hotel BB, Hotel N, dan Hotel R.

Korban dari tindakan cabul HW berjumlah 12 orang. Dari belasan santri, kini dikabarkan tengah dalam kondisi mengandung. Bahkan lima korbannya telah melahirkan sampai dua kali.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS