page hit counter
Anggota Komisi I DPR Minta Kemhan Perjelas Konsep Pendidikan Militer Mahasiswa

Anggota Komisi I DPR Minta Kemhan Perjelas Konsep Pendidikan Militer Mahasiswa

WARTAMATARAM.COM – Anggota Komisi I DPR dari F-Golkar Dave Laksono meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mematangkan konsep pendidikan militer untuk mahasiswa dalam Komponen Cadangan (Komcad). Menurut Dave, target hingga materi program itu harus jelas.

“Kalau dibilang nggak perlu, ya nggak perlu juga karena itu kan kita tidak dalam keadaan perang. Kalau dibilang perlu, ya perlu juga karena ya kita melihat ini sudah terjadi degradasi pengertian kecintaan terhadap bangsa dan negara. Salah satu tujuan diadakan ini ya untuk membangkitkan semangat tersebut. Tapi kembali lagi, materinya, kurikulumnya, targetnya itu harus jelas,” kata Dave kepada wartawan, Senin (17/8/2020).

Dave mengatakan pelaksanaan pendidikan militer untuk mahasiswa ini nantinya harus dibuat detail. Menurutnya, bela negara penting namun harus dimatangkan dengan jelas agar tidak berbalik dan justru menjadi berbahaya bagi negara.

“Cukup penting juga (programnya), karena kita kan melihat kondisi kampus-kampus ini makin banyak yang disusupi oleh radikalisme, banyak mahasiswa juga yang sudah apatis terhadap Pancasila, pemerintahan, dan konsep kebangsaan kita, bahkan menjurus kepada disintegrasi. Hal inilah yang perlu di-counter, salah satu caranya ya program-program seperti ini,” ujar Dave.

“Tapi kembali lagi, program ini harus dibuat konsep secara detail. Jadi jangan hanya ide awal, tapi pas pelaksanaannya nggak jelas. Akhirnya bukan hanya itu tidak berguna, malah akhirnya bisa berbalik, bisa kontraproduktif,” imbuhnya.

Selain itu, Kemenhan dinilainya perlu memperjelas tujuan program pendidikan militer bagi mahasiswa ini. Menurutnya, mahasiswa juga perlu mendapat informasi apakah hasil program bela negara itu bisa mereka manfaatkan saat memasuki dunia kerja.

“Ini juga harus jelas tujuan konsepnya ini untuk apa pelatihan ini. Apakah hanya untuk membangun semangat kecintaan bela negara saja, atau mereka yang lulus ini sudah mendapatkan berapa SKS, mereka bisa meneruskan, misalnya untuk wamil, jadi mereka ada kesempatan untuk masuk TNI, berkarir di TNI. Atau misalnya juga mereka yang mau masuk PNS dengan ini ada nilai tambah. Jadi ada penyemangat juga,” ujar Dave.

Sebelumnya diberitakan, Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono meminta generasi milenial ikut serta dalam program bela negara, salah satunya bergabung dengan bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad). Trenggono menegaskan Komcad bukan lah wajib militer.

“Komcad ini bukan wajib militer,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8).

Trenggono mengungkapkan saat ini Kemhan tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar para mahasiswa bisa ikut Program Bela Negara. Nantinya mahasiswa tersebut bisa mengikuti pendidikan militer sehingga nilainya dapat dimasukkan ke dalam SKS.

“Nanti, dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan. Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-harinya,” ujarnya.

Detik.com

CATEGORIES
Share This