page hit counter
Alvin Faiz ikut soroti cuitan Jokowi soal muazin salat Idul Adha, apa katanya?

Alvin Faiz ikut soroti cuitan Jokowi soal muazin salat Idul Adha, apa katanya?

Alvin Faiz. Foto: Instagram @alvin_411

Cuitan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu soal salat Idul Adha disorot oleh banyak pihak. Pasalnya, di kicauannya, Jokowi menyebut muazin dalam Idul Adha.

Salat Iduladha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam dan khatib adalah anggota Paspampres. Kata sang khatib, ‘semua cobaan dapat kita lalui dengan baik bila dihadapi dengan sabar’,” tulis Jokowi di Twitter dikutip Kamis, 22 Juli 2021.

Cuitan itu yang kemudian ramai disorot banyak pihak. Sebagian besar, meributkan soal istilah muazin dalam cuitan itu, karena dianggap selama ini salat Id tidak pakai muazin sebagaimana salat biasa.

Putra mendiang Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz juga ikut menyoroti cuitan Jokowi itu. Hal itu terlihat dari unggahan Instagram Stories Alvin Faiz. Dalam postingannya, mantan suami Larissa Chou itu membagikan tulisan dari Tuan Guru Bajang.

Ia nampak setuju dengan penjelasan Tuan Guru Bajang soal istilah muazin dalam cuitan Presiden Jokowi. Alvin juga terlihat mengambil tangkapan layar tulisan Tuan Guru Bajang dan menandai akun Mantan Gubernur NTB tersebut.

Alvin Faiz unggah ulang tulisan Tuan Guru Bajang. Foto: Instagram
Alvin Faiz unggah ulang tulisan Tuan Guru Bajang. Foto: Instagram

Penjelasan Tuan Guru Bajang

Dalam tulisan yang juga dibagikan ulang oleh Alvin Faiz, Tuan Guru Bajang mengutip tulisan Imam Nawawi RA. Dia menjelaskan panjang lebar soal istilah muazin dalam salat Idul Adha, seperti yang terdapat di kicauan Twitter Presiden Jokowi.

Karena ini masalah fikih, saya kutipkan saja tulisan Imam Nawawi RA dalam Al-Majmu, salah satu kitab babon dalam fikih Syafii,” tulis pria bernama asli Muhammad Zainul Majdi tersebut.

‘Imam Syafii dan Ashab (para tokoh utama Mazhab Syafii) mensunnahkan ucapan : Ash-shalatu jamiah (saat shalat id), berdasarkan qiyas dengan shalat gerhana. “Aku suka apabila Imam memerintahkan Muazin untuk menyerukan di shalat Id dan shalat lain yang dilaksanakan secara berkumpul, “Ash-Shalatu jamiah’” jelas Tuan Guru Bajang.

Tuan Guru Bajang. Foto: Antara

Maka itu, kata dia, istilah muazin juga dipakai dalam salat Id. Namun, yang diserukan bukanlah kalimat azan seperti yang biasa didengar untuk panggilan salat lima waktu.

Jadi istilah Muazin juga dipakai dalam shalat Id, hanya saja yang diserukan bukan azan yang biasa namun ucapan “Ash-Shalatu jamiah”. Dan inilah yang diamalkan selama ini,” terang TGB.

Di penghujung tulisannya, Tuan Guru Bajang pun mengajak untuk senantiasa beragama dengan kejernihan dan kerendahan hati, serta agar tidak gampang menyalahkan, apalagi menghina orang lain.

Pesan saya untuk diri saya dan kita semua, mari beragama dengan kejernihan dan kerendahan hati, jauhkan diri dari sifat gampang menyalahkan apalagi menghina orang lain. Siapapun itu. Apalagi kalau kita sendiri ternyata masih fakir ilmu,” pungkasnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS