page hit counter

Alhamdulillah, PPKM NTB Sudah Level Satu

Kabar Gembira. Indikator penanganan Covid-19 di Provinsi NTB kian membaik. Ditandai dengan angka positivity rate hanya 0,37 persen, rasio kontak erat dari hasil telusur mencapai 16,44, dan bed occupancy rate (BOR) per minggu 4,56 persen.

Kondisi tersebut membuat status PPKM NTB berada pada level satu, terhitung dari 16 Oktober kemarin. Bersama empat provinsi lainnya, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Level 1 tersebut memungkinkan NTB mulai menjalankan aktivitas sesuai kaidah New Normal Life yang disiapkan pemerintah.

“Iya kita sudah di level 1, dari sebelumnya level 2,” kata Kepala Dinas Kesehatan  NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, kemarin.

Perubahan level PPKM NTB tak lepas dari status PPKM di kabupaten/kota se-NTB. Dari 10 kabupaten/kota, terdapat lima wilayah dengan status level satu, yakni Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram, dan Bima. Lima daerah lainnya, yakni Sumbawa, Lombok Utara, Lombok Tengah, Kota Bima, dan Dompu masih berada di level dua.

“Secara keseluruh, kapasitas respons kita sudah memadai. Dari testing, tracing, dan treatment untuk Provinsi NTB itu sudah memadai,” ujarnya.

Dari data Kementerian Kesehatan, selama satu pekan kemarin Provinsi NTB ditargetkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap 15.302 orang. Target tersebut berhasil dipenuhi pada angka 20.408 orang dalam satu pekan. Adapun spesimen yang diperiksa mencapai 29.089.

Adapun untuk kategori pelacakan, selama tujuh hari rerata kasus konfirmasi NTB mencapai 14,86. Dari jumlah tersebut, 12,29 kasus konfirmasi yang dilacak, dengan 202 orang kontak erat.

Perbaikan level PPKM NTB disebut Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi berkat kerja keras semua pihak. Mulai dari kepolisian, TNI, serta pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat desa dan kelurahan. Peran serta masyarakat juga tidak bisa dikesampingkan. Kesadaran masyarakat dengan terus disiplin menegakkan protokol kesehatan, menjadi kunci semakin membaiknya indikator penanganan covid di NTB.

“Kita mensyukuri kondisi yang terjadi. Akumulasi dari kerja keras ini menunjukkan tren yang terus membaik,” kata Gita.

Namun, rasa syukur tersebut harus diimbangi juga dengan kewaspadaan. Pemerintah bersama masyarakat harus bersama-sama berupaya memastikan NTB terbebas dari Covid-19. “Terus kita kendalikan, hingga tidak ada Covid lagi. Kita juga berharap tidak lagi terjadi gelombang-gelombang Covid berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTB, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan. “Tidak boleh lengah, tetap waspada. Vaksinasi juga harus digenjot terus,” tegas Rohmi. (dit/r6)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS