page hit counter
Adik Yosef: Maaf, saya curiga kakak saya pembunuhnya

Adik Yosef: Maaf, saya curiga kakak saya pembunuhnya

Mulyana. Foto: Youtube.

Adik kandung Yosef Hidayah, Mulyana sempat curiga, adiknya dan istri mudanya, Mimin Mintarsih merupakan pelaku pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat. Sebab, kata dia, bukti-bukti di awal mengatakan demikian.

Saat pertama kali mengetahui Tuti dan Amel tewas dibunuh, Mulyana langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk memantau situasi. Hasilnya, dia melihat, rumah tersebut masih rapi, alias tak rusak sama sekali.

Berkaca dari kenyataan itu, Mulyana berkesimpulan, Yosef dan istri mudanya lah tersangka di balik kasus pembunuhan tersebut.

“Pas di TKP, saya lihat tidak ada yang rusak. Akhirnya, terlintas di pikiran saya, jangan-jangan ini orang terdekat (pelakunya). Paling tidak keluarga yang kenal korban. Akhirnya, ya maaf maaf, saya curiga ke kakak saya (Yosef), Bu Mimin, dan Yoris,” ujar Mulyana, dikutip Hops dari kanal Youtube Misteri Mbak Suci, Kamis 9 Desember 2021.

Yosef Hidayah
Yosef Hidayah diwawancarai tvone. Foto tvOne

Setelah  menaruh curiga kepada kakaknya sendiri, Mulyana akhirnya memutuskan menyewa pengacara atau kuasa hukum. Dia akhirnya mengadakan pertemuan dengan Rohman Hidayat di Lembang, Bandung untuk membahas kasus tersebut.

Mulyana ingin, pembunuh sebenarnya bisa disingkap polisi. Bahkan, jika ternyata kakaknya sendiri yang salah, dia mengaku tak masalah.

“Karena kalau enggak ada yang rusak, berarti orang-orang itu dong (pelakunya). Akhirnya ya sudah, saya berkesimpulan, kita sewa pengacara. Kan gitu. Intinya, saya minta tolong dipres doang. Kalau memang iya, ya iya. Kalau tidak, ya tidak. Biar cepet terungkap,” terangnya.

Yosef Hidayah dan Pengacara.
Yosef Hidayah dan Pengacara.

Adik Yosef Hidayah ingin semuanya lekas terungkap

Sebagai adik kandung, Mulyana ingin bersikap sebagai orang yang netral. Sebab, baginya kebenaran di atas segalanya. Itulah mengapa, dia meminta Yosef dan Mimin bisa memberi pengakuan sebenar-benarnya.

“Kalau memang melakukan suruh ngaku, kalau tidak ya tidak,” tegasnya.

Lagipula, dia menambahkan, pendampingan hukum tak membuat seseorang otomatis bersalah. Dia hanya ingin, seluruhnya bisa disingkap sebenar-benarnya, tanpa ada kekeliruan atau orang yang dirugikan.

“Pendampingan itu tidak harus orang bersalah dong, kan gitu. Kalau tanggapan umum kan dianggap bersalah. Sampai sini sah-sah saja, tapi secara hukum, salah atau benar itu hak orang untuk mengambil pendampingan,” kata dia.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS