page hit counter
Ada Sejak Awal Abad 17, Beginilah Penampakan Masjid Kuno Gunung Pujut

Ada Sejak Awal Abad 17, Beginilah Penampakan Masjid Kuno Gunung Pujut

Sasak Heritage – Bangunan masjid kuno ini terletak di sebuah bukit (Gunung Pujut) di desa Sengkol, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah. Masjid Gunung Pujut berukuran 8,6 x 8,6 meter, terbuat dari bambu (bedeg), atapnya terbuat dari alang-alang. Tiang penyangga utama (saka guru) ada empat buah, didukung oleh tiang keliling sebanyak 28 buah yang sekaligus berfungsi sebagai tempat menempelnya dinding (bedeg bambu).

Bangunan Masjid atau Pedewa yang didirikan di atas perbukitan merupakan bangunan yang bernilai sakral, tradisi zaman prasejarah (tradisi megalit) yang kemudian berlanjut ke zaman Hindu dan Islam. Masjid tersebut digunakan oleh sekelompok penganut Islam Wetu Telu. Upacara-upacara yang berkaitan dengan pemujaan roh nenek moyang, seperti “nyelamat desa” dan “nyaur sesangi” bertempat di pedewa, dipimpin oleh pemangku.

Pemangku dipercaya mampu bertindak sebagai medium penghubung antara manusia dengan roh nenek moyang, sekaligus memimpin upacara yang berkenaan dengan hal tersebut. Pemangku mengucapkan lafal-lafal kalimat mantera, menyebut nama roh-roh yang dimintai pertolongan, juga menyebut nama dewa-dewa yang dikenal dalam agama Hindu, yaitu Bhatara Wisnu dan Bhatara Guru. Upacara yang berhubungan dengan agama Islam bertempat di masjid, dipimpin oleh Kyai. Oleh sebab itu, dilihat dari sudut ajarannya, maka Wetu Telu adalah perpaduan antara sistem kepercayaan animisme, dinamisme, Hindu, dan Islam.

Adanya sinkretisme ini tampak pada tradisi masyarakat Pujut, tentang asal-usul nenek moyangnya yang dikatakan berasal dari Majapahit, tepatnya dari Mas Mulia. Di Klungkung-Bali, Mas Mulia kawin dengan Putri Dewa Agung Putu Alit bernama Dewi Mas Ayu Supraba. Dari Bali, Mas Mulia disertai 17 keluarga berangkat menuju Lombok dan menetap di Pujut. Mereka inilah yang kemudian menjadi cikal bakal penduduk asli desa Pujut sekarang.

Masjid Pujut adalah prototipe masjid kuno di Lombok. Bentuk masjid seperti ini berasal dari masa awal berkembangnya agama Islam di Lombok, diperkirakan awal abad ke-17 M.

Sumber: Gumi Sasak dalam Sejarah

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS