page hit counter
Ada saksi ngaku lihat langsung Tuti-Amel dibunuh, ternyata pelakunya…

Ada saksi ngaku lihat langsung Tuti-Amel dibunuh, ternyata pelakunya…

Motor NMax Biru di Kasus Subang. Foto Ist.

Kuasa hukum Muhammad Ramdhanu alias Danu dan Yoris Raja Amanullah, Achmad Taufan Soedirdjo mengungkap satu fakta baru mengenai kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. Dia mengatakan, pihaknya sudah mengetahui siapa pelakunya.

Diketahui, dua korban yang bernama Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu kabarnya dibunuh pada dini hari, 18 Agustus 2021 lalu. Menariknya, di jam-jam tersebut, ada saksi yang melintas di depan TKP dan melihat secara jelas proses pembunuhan tersebut.

“Tetapi yang lebih penting bagi kami, ada saksi-saksi yang benar-benar mengetahui dari jam 00.00 WIB sampai 07.30 WIB,” ujar Achmad Taufan, dikutip Hops, Kamis 23 Desember 2021.

Pengacara Yoris Danu, Achmad Taufan Soedirdjo
Pengacara Yoris Danu, Achmad Taufan Soedirdjo. Foto Instagram @atslawfimofficial

Kasus pembunuhan yang telah berjalan lebih dari 4 bulan tersebut agaknya sudah memasuki babak akhir. Bahkan, menurut Taufan, saksi yang melihat kejadian berdarah itu sudah bertemu dengannya dan menyampaikan apa yang mereka lihat.

“Saksi itu ada. Bahkan salah seorang di antara saksi sudah bertemu dengan kami,” tuturnya.

Sayangnya, Achmad Taufan belum mau membocorkan siapa sosok yang diketahui menghabisi nyawa korban. Namun, belakangan beredar rumor, pelakunya bukan hanya satu orang, melainkan lebih.

Kasus Subang murni pembunuhan berencana

Pakar forensik Kombes Pol dr Hastry Purwanti mengatakan, jika melihat kondisi jenazahnya, dia berkesimpulan, pembunuhnya memang lebih dari satu orang.

“Kalau lihat jenazah (korban), saya sering menghadapi kasus (pembunuhan). Biasanya, pelakunya adalah lebih dari satu dan korbannya melakukan perlawanan,” terang dr Hastry.

Ahli forensik Dr Hastry. Foto: Haibunda.
Ahli forensik Dr Hastry. Foto: Haibunda.

Bukan hanya itu, dr Hastry juga memastikan, kasus tersebut merupakan pembunuhan berencana. Setidaknya, kesimpulan tersebut diambil dari bukti-bukti yang telah ditemukan di lokasi kejadian.

“Biasanya kalau pembunuhan berencana dilakukan oleh lebih dari satu orang,” ungkapnya.

dr Sumy Hastry menduga, sebenarnya target operasi pembunuh ibu dan anak di Subang bukan dua orang, melainkan hanya satu. Namun, pembunuh menghabisi korban lainnya untuk menghilangkan jejak.

“Mungkin dari dua jenasah hanya satu yang jadi target, tapi yang satu kenapa ikut meninggal padahal bukan target operasi, mungkin pelaku ingin menghilangkan jejak sehingga sekaligus mengeksekusinya,” kata dr Hastry.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS