page hit counter

400 Tenaga Kesehatan Disiagakan untuk WSBK Mandalika

MATARAM-Medical Center yang disiapkan RSUD Provinsi NTB di area Sirkuit Mandalika sudah siap untuk mendukung perhelatan World Superbike (WSBK) Mandalika. Sebanyak 400 tenaga kesehatan bakal disiagakan selama perhelatan balap motor internasional tersebut.

“Semua sudah siap untuk fasilitas medis atau dukungan kesehatan untuk event WSBK. Dimulai dari untuk Asia Talent nanti, akan kami koordinasikan dengan MGPA. Karena Asia Talent Cup ini tentu ada potensi accident,” kata Direktur RSUD Provinsi NTB dr. HL Herman Mahaputra, kepada Lombok Post, kemarin (15/10).

Tanggal 20 Oktober mendatang, semua fasilitas kesehatan ditargetkan sudah clear. Bahkan, tanggal 19-23 Oktober, Dokter Jack, sapaan Herman Mahaputra, mengagendakan simulasi penanganan medis. Simulasi akan melibatkan rumah sakit dan para tenaga khususnya di Lombok Tengah.

Para nakes sudah diberikan pengarahan karena akan dilibatkan dalam semua agenda rangkaian balap di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Mulai dari Asia Talent Cup 12-14 November, WSBK 19-21 November hingga perhelatan MotoGP Maret 2022.

“Secara keseluruhan ada 400 orang nakes yang disiapkan di dalam sirkuit, di luar dan di rumah sakit,” terangnya.

Di rumah sakit, telah disiapkan layanan rujukan khusus untuk WSBK. Dengan RSUD Provinsi NTB hanya menangani para pembalap. Sementara official dan penonton bisa dirujuk ke RSUD Kota Mataram dan rumah sakit kabupaten/kota lain.

Kemudian akan disiapkan juga lokasi isolasi terpadu. Mengantisipasi ketika ada penonton atau official yang teridentifikasi positif Covid-19. “Ada disiapkan Wisma Tambora,” cetusnya.  Namun khusus untuk penanganan prokes, Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang akan mengkoordinirnya. Rumah sakit hanya menangani persoalan emergency.

“Evakuasi menggunakan helikopter juga kami sudah diukung oleh Mabes TNI. Ada helikopter dari TNI AU, AL dan Basarnas. Kita menunggu helipadnya jadi,” cetusnya.

Sementara Direktur RSUD Kota Mataram dr. Hj Eka Nurhayati juga menyatakan kesiapan pihaknya menyukseskan WSBK November mendatang. Dokter Eka bahkan sudah membentuk tim evakuasi medis udara di RSUD Kota Mataram.

“Kami sudah punya tim yang bekerja lama (punya pengalaman) untuk evakuasi medis udara. Itu juga menjadi permintaan dari Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes kepada kami saat berkunjung kemarin,” ucapnya.

Sehingga RSUD Kota Mataram sesuai peran yang diberikan akan menangani emergency yang berkaitan dengan penonton dan official. “Bagaimana pun kami mengambil peran untuk terlibat menyukseskan event ini,” tegasnya.

MGPA selaku penyelenggara diketahui menerapkan protokol kesehatan ketat saat gelaran WSBK nanti berlangsung. Semua penonton diwajibkan sudah vaksin dua kali. Kemudian harus melaksanakan swab PCR atau antigen secara berkala untuk official, penonton, panitia dan aparat. Kemudian penonton harus mengunduh aplikasi PeduliLindungi serta wajib menggunakan masker selama di venue sirkuit. (ton/r6)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS