page hit counter

1,9 Juta Warga NTB Telah Disuntik Vaksin

MATARAM–Pemerintah mengumumkan telah berhasil menyentuh separo dari total target vaksinasi untuk vaksin dosis pertama Covid-19. Target 50 persen vaksinasi itu berhasil dicapai Bumi Gora, kemarin (15/10).

Berdasar data Satgas Covid-19 tadi malam, total warga NTB yang telah menerima suntikan vaksin dosis pertama sebanyak 1.966.245 orang. Jumlah tersebut setara dengan 50,28 persen dari target warga yang wajib vaksin di NTB yang jumlahnya 3.910.638 orang. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, telah menyasar 681.786 orang atau 17,43 persen.

Sehari sebelumnya, pencapaian vaksinasi dosis pertama di NTB sebanyak 1.934.223 orang atau 49,46 persen dari target. Sementara vaksinasi kedua, 665.773 orang atau 17,02 persen. Itu berarti, dalam sehari kemarin, untuk dosis pertama, total terdapat penambahan 32.022 orang. Sementara untuk suntikan dosis kedua, terdapat penambahan 16.013 orang. Sehingga dalam sehari, suntikan vaksin di NTB kemarin sebanyak 48.035 orang.

Vaksinasi tertinggi saat ini ada di Kota Mataram. Disusul kemudian dengan Lombok Tengah dan Lombok Utara. Secara keseluruhan, sudah tiga daerah yang capaian vaksinasinya di atas 70 persen untuk dosis pertama. Kota Mataram memimpin dengan 88,28 persen. Sementara Lombok Tengah dengan 73,1 persen dan Lombok Utara dengan 73 persen.

Lombok Barat berada pada posisi berikutnya dengan 50,03 persen untuk suntikan dosis pertama. Selebihnya untuk Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima, capaian vaksinasinya masih di bawah 50 persen. Posisi terendah untuk Kabupaten Bima. Sebab, hingga kemarin, capaian vaksinasi dosis pertama di wilayah paling timur di NTB ini baru mencapai 22,97 persen. (Selengkapnya lihat grafis).

Pekerjaan berat untuk NTB adalah menggenjot vaksinasi pelajar usia 12 hingga 17 tahun dan juga vaksinasi Lansia. Sebab, capaiannya masih tergolong rendah. Untuk pelajar usia 12-17 tahun, dari target 533.491 orang, hingga kemarin yang sudah mendapat suntikan dosis pertama adalah 32.746 orang. Jumlah ini hanya 6,14 persen dari target. Sementara untuk suntikan kedua baru 18.731 orang atau 3,51 persen.

Sedangkan untuk Lansia, angkanya relatif lebih tinggi. Sudah 121.422 lansia telah menerima suntikan dosis pertama dari target 368.117 orang. Jumlah tersebut setara dengan 32,98 persen. Sementara untuk suntikan kedua telah menyasar 47.081 orang atau 12,79 persen.

Kian tingginya capaian vaksinasi, berimbas pada terus melandainya kasus Covid-19 di NTB. Kemarin misalnya, penambahan kasus konfirmasi positif di NTB tetap bertahan pada angka 10 kasus baru. Sama seperti sehari sebelumnya. Daerah yang kemarin tidak mencatatkan kasus baru adalah Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Kota Bima. Sementara Kota Mataram terdapat dua kasus baru, Dompu tiga kasus baru, dan Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Bima terdapat penambahan satu kasus baru.

Sementara jumlah kasus aktif di NTB juga terus menurun seiring dengan jumlah pasien sembuh terus melampaui jumlah kasus baru. Hingga kemarin, kasus aktif masih 209 orang. Menurun 14 kasus dari sehari sebelumnya.

 

Cakupan Nasional

 

Sementara itu, capaian vaksinasi NTB sejalan dengan capaian vaksinasi secara nasional. Kemarin, capaian vaksinasi secara nasional juga sudah menyentuh angka 50 persen. Capaian ini didapat dalam rentang waktu 10 bulan.

Hingga kemarin, total sudah 105.464.686 orang yang menerima suntikan pertama. Sedangkan dosis kedua atau lengkap mencapai 61.397.055 orang.

’’Pemerintah mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras agar program vaksinasi dapat berjalan lancar dan sesuai harapan,’’ ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Johnny mengatakan, percepatan vaksinasi untuk kelompok lansia dan remaja masih menjadi fokus pemerintah. Hingga saat ini, baru 33,5 persen sasaran kelompok lansia yang sudah mendapatkan dosis pertama. Sebanyak 21,7 persen di antaranya sudah mendapatkan dosis lengkap. Untuk kelompok remaja, cakupannya baru mencapai 15,4 persen dosis pertama. Lalu, baru 11,3 persen dari mereka yang sudah mendapatkan dosis lengkap.

Ketua Komnas PP Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari memastikan, sepanjang 10 bulan periode vaksinasi, pihaknya belum menemukan kasus fatal yang terkait langsung dengan vaksinasi. Menurut dia, gejala pascavaksinasi merupakan reaksi alamiah tubuh dalam proses membentuk antibodi. Gejala yang kerap terjadi sejauh ini umumnya demam, mual, pusing, nyeri otot, mengantuk, kemerahan, hingga gatal. ’’Tubuh memberikan respons, ia tergugah membentuk kekebalan,’’ ujar Hindra.

Untuk mengantisipasi gejala tersebut, dia menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum vaksinasi. Misalnya, memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental. ’’Pastikan dalam keadaan sehat dan bahagia,’’ katanya.

Hindra menambahkan, Komnas KIPI masih terus memantau, mengkaji, dan merekomendasikan apakah vaksin yang beredar aman bagi masyarakat. ’’Ini dipantau dan dikaji setiap hari. Sejauh ini, lebih baik divaksin daripada tidak dan vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia,’’ jelasnya.

Terpisah, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa pihaknya akan terus membantu pemerintah mempercepat vaksinasi. Target sebanyak 70 persen di seluruh daerah, kata Hadi, masih terus dikejar. ’’Sehingga aktivitas masyarakat di wilayah tersebut dapat berjalan lancar dengan perlindungan vaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua,’’ terang Hadi dalam keterangan resminya.

Bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Hadi berkunjung ke Jawa Timur. Setelah Banyuwangi, kemarin giliran Surabaya yang mereka sambangi. Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mereka meninjau serbuan vaksinasi di Lapangan THOR dan Terminal 2 Bandara Juanda. Di lokasi tersebut, vaksinasi menyasar lansia, penyandang disabilitas, dan pelajar usia 12 tahun ke atas. (tau/syn/c7/bay/JPG/r6)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS